TERDAMPAK PENURUNAN ANGGARAN, UPTD PPD BERHASIL MELATIH EKS PSK KM 10

Kondisi keuangan Kaltim pada APBD yang masih menunjukkan trend menurun, memaksa seluruh OPD berpikir keras dengan tuntutan pelayanan yang tetap harus prima namun dengan efesiensi anggaran.

UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, pun termasuk diantara OPD yang merampingkan kegiatan pelatihan, sehingga pada tahun 2017 hanya digelar 4 paket pelatihan dari sumber pendanaan APBD.   

Pelatihan kewirausahaan bagi pemula angkatan I dan II diselenggarakan beberapa waktu lalu di aula serbaguna UPTD PPD Jl. Wahab Syahranie, Samarinda dan di balai desa Purwajaya km 10 Kutai Kartanegara. Masing-masing tiap angkatan 20 peserta, pada angkatan II di desa Purwajaya, UPTD PPD memberikan pelatihan pada eks pekerja sex komersial yang secara resmi sudah ditutup oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Ini adalah terobosan UPTD PPD dalam upaya membantu pemerintah untuk terus menciptakan wirausaha baru, ditengah terbatasnya anggaran Provinsi Kaltim. Mewakili Kadisnakertrans Provinsi Kaltim, Hetty dalam penyampaian sambutan pembukaan berharap pelatihan untuk eks pekerja sex komersial terus menjadi program inovatif, selain itu tidak menutup kemungkinan akan ada sinergi dengan OPD terkait, Dinas Sosial contohnya untuk memberikan pelatihan kewirausaan bagi pemula dengan target peserta bermacam latar belakang.

“Tahun ini ada ratusan yang akan kami latih agar  memiliki keyakinan dan kepercayaan diri untuk menjadi wirausahawan produktif. Mereka akan dilatih manajemen produktivitas dan administrasi pembukuan, hingga membuat jurnal dan laporan rugi/laba. Target kami, mendukung program Gubernur Awang Faroek untuk menciptakan 10.000 wirausahwan baru di Kaltim hingga 2018,” kata Kepala UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, tutup Hetty.”

Hetty menjelaskan, pelatihan kewirausahaan baik yang bersumber dari APBN maupun APBD akan disebar ke kabupaten dan kota di Kaltim. Hal ini penting agar pengembangan kewirausahaan tidak hanya tertumpuk di daerah-daerah perkotaan.

Diakuinya, program pelatihan kewirausahaan ini sangat diminati masyarakat. Oleh sebab itu, demi terciptanya kewirausahaan produktif yang diharapkan, maka seleksi peserta harus dilakukan lebih ketat.

“Minat masyarakat sangat tinggi, Karena itu seleksi rekrutmen kami perketat melalui isian kuisioner dan formulir. Dari sana kami bisa melihat motivasi peserta. Kalau sudah terbangun motivasi, maka selanjutnya mereka akan dilatih dan hasilnya pasti akan lebih maksimal. Sinergi dengan kabupaten dan kota juga sangat penting untuk kegiatan ini,” jelas Hetty.

Setelah pelatihan ini, hasil penting yang sangat diharapkan adalah terbangunnya keyakinan untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru bagi masyarakat yang lain. “Kita ingin menciptakan lebih banyak wirausahawan- wirausahawan baru produktif yang aktif dan kreatif. Mengubah kebiasaan mencari lapangan kerja menjadi menciptakan lapangan kerja. Namun untuk itu perlu keyakinan dan sinergi semua pihak,” tegas Hetty.

Prinsip UPTD PPD cara kerja hari ini harus lebih baik dari cara kerja hari kemarin, dan tingkat penghidupan hari esok harus lebih baik dari tingkat penghidupan hari ini, diharapkan memacu peserta pelatihan agar memiliki sikap produktif adalah komitmen untuk maju dan motivasi untuk berbuat lebih baik.