Penerapan 5S/5R (good housekeeping)

Bagi yang pernah bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang, mungkin tidak asing lagi dengan istilah 5S. Sebagian besar perusahaan-perusahaan Jepang menerapkan konsep 5S sebagai fundamental atau dasar dari Manajemen, terutama perusahaan-perusahaan manufakturing Elektronika.

5S merupakan huruf awal dari 5 kata Jepang, Yaitu : Seiri   (整理),Seiton (整頓),Seiso  (清楚),Seiketsu (清潔), Shitsuke (躾け) 5S tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi 5R yang terdiri dari: Ringkas, Rapi, Resik Rawat, dan Rajin.

Urutan 5S diatas juga merupakan urutan tahapan dalam penerapan konsep 5S. 5S merupakan konsep yang sangat sederhana sehingga dapat mudah dimengerti dan penerapannya oleh siapa saja. Tetapi sangat susah untuk menerapkannya dengan benar, hal ini dikarenakan kebiasaan kita yang ingin senang sendiri dan tidak mau diikat oleh aturan-aturan yang ada.

Mempadukan 5S dengan produktivitas tentunya tidak sulit bila memahaminya,  produktivitas mengandung pengertian sikap mental untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan dalam bekerja dan dalam penghidupan pada umumnya. Cara kerja hari ini harus lebih baik dari cara kerja hari kemarin, dan tingkat penghidupan hari esok harus lebih baik dari tingkat penghidupan hari ini. Sikap produktif adalah komitmen untuk maju dan motivasi untuk berbuat lebih baik.

Karena itulah UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (UPTD PPD Disnakertrans) Kaltim  mengadakan pelatihan peningkatan produktivitas tenaga kerja  perusahaan dan instansi melalui penerapan 5S/5R (good housekeeping) yaitu suatu alat yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan positif dari tenaga kerja.

Kepala UPTD PPD Hetty dalam laporan kegiatan menyampaikan, pelatihan yang bersumber APBD Kaltim ini terbagi 2 paket diikuti peserta tiap angkatan sebanyak 20 orang, bekerjasama dengan swalayan Era Mart dan Kelurahan Gunung Kelua sehingga masing-masing mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini disamping beberapa instansi yang mendelagasikan stafnya. “Pelatihan saat ini difokuskan pada peningkatan produktivitas tenaga kerja, selain mampu memotivasi dapat pula merubah pola pikir pegawai/tenaga kerja agar lebih produktif” pungkasnya.

Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim saat membuka pelatihan di Era Mart lantai 3 Mall Lembuswana, Samarinda didamping manajemen Era Mart menyampaikan apresiasi tinggi pada UPTD PPD dengan segala terbatasnya anggaran dapat terus berinovasi apalagi ini mengadakan pelatihan peningkatan produktivitas “Melalui pelatihan peningkatan produktivitas tenaga kerja ini dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan produktivitas yang tinggi agar dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan produktivitas, sehingga mampu memperbaiki daya saing perusahaan, instansi atau lembaga di kalimantan timur” tutupnya.

Untuk itu diharapkan semua peserta dapat mengikuti dan memahami pelatihan ini, sebagai langkah strategis dalam pencapaian tujuan pembangunan, dimana gerak dinamika pembangunan yang dilaksanakan sangat dipengaruhi oleh sumber daya penggeraknya yaitu tenaga kerja di semua hirarki sesuai fungsi dan tugas yang diemban masing - masing.

 

 

Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini, peserta diberikan materi-materi dari instruktur yang berpengalaman 24 JPL masing-masing 45 menit dengan penerapan pelatihan kuliah/ceramah/diskusi, studi kasus dan implementasi di tempat kerja. Sedangkan materi-materi yang diberikan meliputi pengantar produktivitas, konsep dan pengertian 5S, tahapan pelaksanaan 5S, membuat risalah dan presentasi risalah.

Penerapan 5S di tempat kerja diharapkan dapat meminimalkan terjadinya pemborosan, kecelakaan kerja, gangguan kerusakan mesin dan alat, cacat/rusak/salah kerja dan set up time atau waktu terbuang.

Semoga semua peserta setelah mengikuti pelatihan ini dapat menerapkan metode ini di tempat kerja masing-masing, sehingga produktivitas tenaga kerja dan perusahaan dapat meningkat dan berdaya saing  yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.TIM