Pelatihan Peningkatan Produktivitas Angkatan 1 Tahun 2024: Meningkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Kalimantan Timur

Samarinda – Hotel Diamond Samarinda menjadi lokasi digelarnya Pelatihan Peningkatan Produktivitas Angkatan 1 Tahun 2024 yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Maret 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Pejabat Administrator di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, serta instruktur dan narasumber.

Sebanyak 25 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai perusahaan di Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam acara tersebut, antara lain PT. Groundprobe Indonesia, PT Karunia Armada Indonesia, PT Pancaran Samudera Shipyard, PT. Sarana Abadi Lestari, PT Gadai Syariah Berkat Bersama, PT. Rejeki Abadi Sakti, Hotel Bumi Senyiur, dan Hotel Puri Senyiur Samarinda.

Acara dibuka dengan semangat kebangsaan, di mana lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama, diikuti dengan pembacaan doa.

Denny Yuliana Rahayu, SE., MM., Kepala Seksi Bina Pelatihan dan Produktivitas Bidang Pengembangan Tenaga Kerja, menyampaikan laporan ketua panitia. Dalam laporan tersebut, tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan membangun kesadaran pekerja akan pentingnya produktivitas, memberikan pemahaman tentang penerapan teknik-teknik atau metode peningkatan produktivitas di tempat kerja, serta metode untuk memelihara tingkat produktivitas yang telah dicapai.

Mewakili Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Abduh, SP. selaku Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dalam sambutannya menyatakan pentingnya peningkatan produktivitas tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan meningkatkan daya saing.

“Apabila produktivitas perusahaan telah meningkat maka para pekerja di perusahaan tersebut juga turut merasakan manfaat dalam bentuk kondisi kerja akan lebih baik dan penghasilan akan meningkat, dengan demikian ada peluang untuk perusahaan dapat mengembangkan perusahannya lebih besar lagi dan dapat mengurangi pengangguran,” jelasnya.

Dua narasumber, yaitu Nadira Mahdia Nabila, S.Psi, Instruktur Ahli Pertama Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan, dan M. Reza Fadhillah Dj, SE, Wakil Ketua Umum Bidang Informasi Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Timur, diundang untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang peningkatan produktivitas.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja Kalimantan Timur serta meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat lokal maupun nasional.

 

Forum Perangkat Daerah Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024

Balikpapan – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Perangkat Daerah tahun 2024 di Hotel Novotel Balikpapan pada hari Jumat, 1 Maret 2024. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk unsur stakeholder di lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Timur serta internal Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur.

Acara dibuka dengan semangat kebangsaan, di mana lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama, dilanjutkan dengan mars Provinsi Kalimantan Timur oleh seluruh peserta kegiatan. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, memohon kelancaran kegiatan.

Noris Marten Polanco, S.E., M.M., selaku Perencana Ahli Muda Subbag Perencanaan Program Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan laporan panitia kegiatan. Dalam laporan tersebut, disampaikan bahwa pada Renstra Disnakertrans Kaltim 2024-2026, peningkatan indeks pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian tetap menjadi fokus utama. Diharapkan bahwa dalam periode tersebut, nilai indeks pembangunan dapat meningkat dari segi kualitas, kompetensi, kinerja, dan produktivitas.

Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Sekretaris Dinas Aji Syahdu Gagah Citra, S.Sos., M.Hum., dalam sambutannya menyatakan bahwa forum perangkat daerah ini memiliki peran yang strategis dalam membangun koordinasi, memberikan informasi, serta menciptakan keterpaduan dan kerja sama dalam mewujudkan pembangunan daerah, khususnya dalam urusan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di provinsi Kalimantan Timur.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya forum tersebut dalam mengidentifikasi permasalahan transmigrasi di Kalimantan Timur, baik dalam pelaksanaannya maupun dari aspek regulasi serta sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Diharapkan melalui forum ini, solusi untuk permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dapat ditemukan sehingga dapat diatasi dengan baik.

Paparan dari narasumber, antara lain perwakilan dari Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim dan Bappeda Provinsi Kaltim, turut mengisi acara tersebut. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta kegiatan, acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Forum Perangkat Daerah Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024.

Diharapkan dengan adanya forum ini, sinergi antarinstansi dapat terjalin dengan baik untuk kemajuan ketenagakerjaan dan transmigrasi di Kalimantan Timur.

Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2024 Provinsi Kalimantan Timur

SAMARINDA – Mengusung tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha”, kegiatan Apel Bulan K3 Nasional tahun 2024 untuk Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan di Lapangan Utama GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda pada hari Selasa, 6 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh sejumlah instansi dan pemangku kepentingan, yang turut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan budaya K3 di dunia kerja se-Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur H. Rozani Erawadi, S.H., M.Si. memimpin acara sebagai Inspektur Apel. Acara dibuka dengan pembacaan teks Pancasila, diikuti oleh seluruh peserta apel. Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 juga turut dibacakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dibacakan oleh Inspektur Apel, memberikan arahan dan motivasi untuk pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul.

Dalam sambutannya, Inspektur Apel menekankan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik sebagai kunci utama pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul. Dengan adanya budaya K3 yang unggul, diharapkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, sehingga produktivitas kerja dapat meningkat.

“Keberhasilan program K3 akan menekan kerugian, meningkatkan kualitas hidup dan indeks pembangunan manusia, sangat membantu menunjang pembangunan nasional, peningkatan daya saing nasional untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing nasional di era global.” tambahnya.

Menutup sambutannya, Inspektur Apel mengajak semua pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dalam upaya peningkatan kemandirian budaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan. Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berperan serta aktif dalam mengembangkan, mempromosikan, dan membudayakan K3.

Apel kemudian ditutup dengan pembacaan doa. Acara dilanjutkan dengan acara tambahan, yaitu penyerahan Penghargaan Tingkat Kepatuhan dari BPJS Kesehatan kepada 10 perusahaan yang telah mematuhi standar K3. Selain itu, juga dilakukan penyerahan santunan atau penerima manfaat beasiswa Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan simulasi kedaruratan oleh Gabungan Perwakilan Tim Emergency Response Team (ERT) Perusahaan se-Kalimantan Timur dan Simulasi Tim ERT Srikandi PT. Cipta Kridatama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan penanganan kecelakaan kerja.

Dengan diselenggarakannya Apel Bulan K3 Nasional tahun 2024 ini, diharapkan kesadaran dan budaya K3 dapat semakin ditingkatkan di Kalimantan Timur. Dengan demikian, angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja.