Forum Perangkat Daerah Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024

Balikpapan – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Perangkat Daerah tahun 2024 di Hotel Novotel Balikpapan pada hari Jumat, 1 Maret 2024. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk unsur stakeholder di lingkup pemerintah provinsi Kalimantan Timur serta internal Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur.

Acara dibuka dengan semangat kebangsaan, di mana lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dinyanyikan bersama, dilanjutkan dengan mars Provinsi Kalimantan Timur oleh seluruh peserta kegiatan. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, memohon kelancaran kegiatan.

Noris Marten Polanco, S.E., M.M., selaku Perencana Ahli Muda Subbag Perencanaan Program Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan laporan panitia kegiatan. Dalam laporan tersebut, disampaikan bahwa pada Renstra Disnakertrans Kaltim 2024-2026, peningkatan indeks pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian tetap menjadi fokus utama. Diharapkan bahwa dalam periode tersebut, nilai indeks pembangunan dapat meningkat dari segi kualitas, kompetensi, kinerja, dan produktivitas.

Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur, Sekretaris Dinas Aji Syahdu Gagah Citra, S.Sos., M.Hum., dalam sambutannya menyatakan bahwa forum perangkat daerah ini memiliki peran yang strategis dalam membangun koordinasi, memberikan informasi, serta menciptakan keterpaduan dan kerja sama dalam mewujudkan pembangunan daerah, khususnya dalam urusan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di provinsi Kalimantan Timur.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya forum tersebut dalam mengidentifikasi permasalahan transmigrasi di Kalimantan Timur, baik dalam pelaksanaannya maupun dari aspek regulasi serta sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Diharapkan melalui forum ini, solusi untuk permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dapat ditemukan sehingga dapat diatasi dengan baik.

Paparan dari narasumber, antara lain perwakilan dari Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim dan Bappeda Provinsi Kaltim, turut mengisi acara tersebut. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta kegiatan, acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Forum Perangkat Daerah Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024.

Diharapkan dengan adanya forum ini, sinergi antarinstansi dapat terjalin dengan baik untuk kemajuan ketenagakerjaan dan transmigrasi di Kalimantan Timur.

Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2024 Provinsi Kalimantan Timur

SAMARINDA – Mengusung tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha”, kegiatan Apel Bulan K3 Nasional tahun 2024 untuk Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan di Lapangan Utama GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda pada hari Selasa, 6 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh sejumlah instansi dan pemangku kepentingan, yang turut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan budaya K3 di dunia kerja se-Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur H. Rozani Erawadi, S.H., M.Si. memimpin acara sebagai Inspektur Apel. Acara dibuka dengan pembacaan teks Pancasila, diikuti oleh seluruh peserta apel. Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 juga turut dibacakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dibacakan oleh Inspektur Apel, memberikan arahan dan motivasi untuk pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul.

Dalam sambutannya, Inspektur Apel menekankan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik sebagai kunci utama pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul. Dengan adanya budaya K3 yang unggul, diharapkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, sehingga produktivitas kerja dapat meningkat.

“Keberhasilan program K3 akan menekan kerugian, meningkatkan kualitas hidup dan indeks pembangunan manusia, sangat membantu menunjang pembangunan nasional, peningkatan daya saing nasional untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing nasional di era global.” tambahnya.

Menutup sambutannya, Inspektur Apel mengajak semua pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dalam upaya peningkatan kemandirian budaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan. Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berperan serta aktif dalam mengembangkan, mempromosikan, dan membudayakan K3.

Apel kemudian ditutup dengan pembacaan doa. Acara dilanjutkan dengan acara tambahan, yaitu penyerahan Penghargaan Tingkat Kepatuhan dari BPJS Kesehatan kepada 10 perusahaan yang telah mematuhi standar K3. Selain itu, juga dilakukan penyerahan santunan atau penerima manfaat beasiswa Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan simulasi kedaruratan oleh Gabungan Perwakilan Tim Emergency Response Team (ERT) Perusahaan se-Kalimantan Timur dan Simulasi Tim ERT Srikandi PT. Cipta Kridatama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan penanganan kecelakaan kerja.

Dengan diselenggarakannya Apel Bulan K3 Nasional tahun 2024 ini, diharapkan kesadaran dan budaya K3 dapat semakin ditingkatkan di Kalimantan Timur. Dengan demikian, angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja.

Seminar dan Pencanangan K3 Dalam Peringatan Bulan K3 Nasional 2024

Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada 17 Januari sampai dengan 17 Februari 2024.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kaltim selaku leading sector bidang ketenagakerjaan menggelar Seminar K3 dengan tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat Dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha” dan Pencanangan Bulan K3 tahun 2024 Prov Kaltim di Ballroom Hotel Mercure, Kamis (25/1).

Kepala Disnakertrans Rozani Erawadi menyatakan Peringatan Bulan K3 mencakup Upacara Peringatan Bulan K3 kemudian pemberian penghargaan zero accident, penghargaan SMK 3 peduli K3 dan berbagai kegiatan lain.

Kadisnakertrans menekankan jumlah tenaga kerja di Kaltim sangat besar, sehingga perlu dijadikan refleksi agar kecelakaan maupun kematian akibat kerja dapat semakin berkurang di tahun berikutnya.
“Semua perlu mensukseskan K3 agar bekerja dengan semangat dan pulang dengan semangat,”tuturnya.
Rozani menginginkan perayaan Bulan K3 ini dapat meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja dan menurunkan angka kecelakaan kerja.
Menurutnya, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tentu harus didukung oleh K3.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Bapak Drs. Diddy Rusdiansyah A. D, M.M mewakili Pj. Gubernur Kalimantan Timur yang berhalangan hadir.

Seminar mengahdirkan narasumber dari Direktorat Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan, Disnakertrans Kaltim dan RSUD AWS dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang. Kegiatan pun dirangkain dengan pencanangan Bulan K3 tahun 2024 Prov Kaltim.
Tampak hadir Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Diddy Rusdiansyah Anan Dani, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sunardi Manampiar Sinaga, Perangkat Daerah, Dewan K3 Kaltim, Serikat Buruh maupun Perusahaan di Kaltim.

Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Pengawasan Ketenagakerjaan

SAMARINDA – Hari Senin, 16 oktober 2023, Focus Group Discussion (FGD) yang diberi tema “Peningkatan Pengawasan Ketenagakerjaan dalam Mendukung Penerapan Norma Ketenagakerjaan Pada Perkebunan Kelapa Sawit” telah digelar selama satu hari penuh di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh H. Rozani Erawadi, S.H., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya menjalankan pengawasan ketenagakerjaan yang ketat guna mendukung penerapan norma ketenagakerjaan yang sesuai di perkebunan kelapa sawit.

Peserta FGD yang hadir dalam acara ini adalah perwakilan dari berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Timur. Mereka hadir dengan tujuan yang sama, yaitu untuk merumuskan cara meningkatkan pengawasan dan menegakkan norma ketenagakerjaan yang berlaku di industri ini.

Tiga narasumber utama yang menghiasi FGD ini telah memberikan wawasan yang berharga. Fahri Arianto, SE, seorang Analis Kebijakan Ahli Muda dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, membahas regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di industri perkebunan kelapa sawit. Dedy Raisandy, seorang Senior Manager HRD dari PT. Rea Kaltim Plantations, membagikan praktik terbaik yang berhasil diterapkan di perusahaannya. Sementara itu, Wartoyo, seorang Purna Tugas Wasnaker dari Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur, memberikan perspektif pemerintah terkait pengawasan ketenagakerjaan.

Dalam semangat kerjasama dan harapan, para peserta dan narasumber FGD bersatu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik di mana norma ketenagakerjaan di sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur akan diterapkan dengan ketat, pekerja akan dilindungi dengan baik, dan keberlanjutan industri ini akan menjadi kenyataan. Harapan semua pihak adalah bahwa kegiatan ini dapat membawa dampak positif dalam mengubah wajah industri ini menjadi lebih baik. (Alv)

FGD Penerapan Norma Pengupahan dan Jaminan Sosial dalam Program Pembinaan Ketenagakerjaan Tahun 2023

SAMARINDA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “.” Acara ini berlangsung selama satu hari di Hotel Aston Samarinda, dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perusahaan di wilayah Kalimantan Timur.


Kegiatan ini diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Laporan Panitia yang disampaikan oleh Safiudin Harahap, S.H. selaku Kepala Seksi Norma Ketenagakerjaan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur. Bapak H. Rozani Erawadi, S.H., M.Si menyampaikan betapa pentingnya pembahasan ini dalam konteks meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di Kalimantan Timur dan mendukung pembinaan ketenagakerjaan yang lebih baik, apalagi dengan sedang berlangsungnya perumusan UMP Kalimantan Timur tahun 2024 mendatang.

Narasumber ahli yang diundang untuk acara ini juga turut memberikan kontribusi penting. Mereka adalah Hilman D.S. Sos, Mediator Hubungan Industrial Kota Samarinda, memberikan wawasan tentang peran mediasi dalam menyelesaikan konflik ketenagakerjaan, Andriyanda D, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, membahas pentingnya jaminan sosial bagi pekerja, Panji Guntara Sakti, Regional Office BPJS Kesehatan Samarinda, menjelaskan tentang program jaminan kesehatan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan, serta Mariani, S.E., Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur, memberikan wawasan mengenai pengawasan ketenagakerjaan dan penerapan norma pengupahan.

 

Sesi tanya jawab yang digelar setelah presentasi narasumber memberikan peserta kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang topik yang telah dibahas. Pertanyaan dan diskusi yang aktif mencerminkan antusiasme peserta dalam memahami lebih baik mengenai norma pengupahan dan jaminan sosial.

Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam perumusan kebijakan yang lebih baik dalam hal norma pengupahan dan jaminan sosial, serta menjadi dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Timur. (Alvin)

Peringatan Ini, Jadi Momentum Ingatkan Pentingnya K3

Peringatan Ini, Jadi Momentum Ingatkan Pentingnya K3

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi menjadi Pembina upacara pada peringatan Hari Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2023 mengusung tema “Terwujudnya pekerjaan layak yang berbudaya K3 guna mendukung keberlangsungan usaha di setiap tempat kerja”, bertempat di Halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov Kaltim Jalan Kemakmuran No.2 Samarinda, Rabu (15/2/2023).

“Pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul, tidak hanya didukung dengan adanya regulasi yang baik di bidang ketenagakerjaan, namun yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pemahaman dan Kesadaran kepada seluruh pihak dalam menerapkan norma ketenagakerjaan, termasuk diantaranya membangun budaya K3 yang baik,” tegas Hadi Mulyadi membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI

Wagub menambahkan karena seringkali luput dalam benak, bahwa nikmat selamat dan sehat melalui penerapan budaya K3 yang baik, dapat menghindarkan dari risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, yang pada akhirnya akan terwujudnya pekerjaan layak.

Agar dapat dikatakan sebagai pekerjaan layak, maka diharapkan dapat memenuhi 3 kondisi, yaitu: Pertama, tersedia bagi semua orang pada usia produktif tanpa kecuali, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, serta tanpa hambatan gender. Kedua, semua pekerja terlindungi secara sosial, termasuk mereka yang terlibat dalam kegiatan ekonomi informal. Ketiga, semua pekerja tersalurkan suara dan aspirasinya melalui sistem dialog sosial yang berharkat secara kemanusiaan.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah menghadirkan pekerjaan layak untuk dimasa depan, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” jelas mantan legislator karang paci ini.

Untuk menindaklanjuti, dalam bidang ketenagakerjaan Menteri Ketenagakerjaan telah menyelesaikan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Produk Pada Risiko Sektor Ketenagakerjaan.

“Semua perangkat regulasi ini ditargetkan mampu mendorong kemudahan berbisnis atau berinvestasi di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja di sektor formal, sebagai upaya penurunan tingkat pengangguran diera pelambatan ekonomi global karena efek pandemi Covid-19,” harapnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan dan santunan ke perusahaan di Kaltim. Antara lain Asean – Oshnet Excelence Award ke PT.Petrosea, Penyerahan santunan /penerima manfaat beasiswa JKM dari BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 5 orang dan BPJS Kesehatan untuk 10 perusahaan dan 27 perusahaan menerima apresiasi disiplin aturan K3.